Senin, 03 September 2018

MEDIA PEMBELAJARAN (Presensi 21)


MEDIA PEMBELAJARAN 
A.      Hakikat Media pembelajaran
Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran. Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
Sementara itu, Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Sedangkan, National Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras. Dari ketiga pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
Brown (1973) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Pada mulanya, media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual. Sekitar pertengahan abad ke–20 usaha pemanfaatan visual dilengkapi dengan digunakannya alat audio, sehingga lahirlah alat bantu audio-visual. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya dalam bidang pendidikan, saat ini penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif, seperti adanya komputer dan internet.

B.       Karakteriktik Media Pembelajaran
Setiap media pembelajaran memiliki karakteristik tertentu, yang dikaitkan atau dilihat dari berbagai segi. Misalnya Karakteristik media dilihat menurut kemampuannya membangkitkan rangsangan seluruh alat indera. Dalam hal ini, pengetahuan mengenai karakteristik media pembelajaran sangat penting artinya untuk pengelompokan dan pemilihan media.
Gerlach dan Ely mengemukakan tiga karakteristik media berdasarkan petunjuk penggunaan media pembelajaran untuk mengantisipasi kondisi pembelajaran di mana guru tidak mampu atau kurang efektif dapat melakukannya. Ketiga karakteristik media pembelajaran tersebut (Arsyad, 2002) adalah:
a.   Ciri fiksatif, yang menggambarkan kemampuan media untuk merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau obyek;
b.   Ciri manipulatif, yaitu kamampuan media untuk mentransformasi suatu obyek, kejadian atau proses dalam mengatasi masalah ruang dan waktu.
c.       Ciri distributif, yang menggambarkan kemampuan media mentransportasikan obyek atau kejadian melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian itu disajikan kepada sejumlah besar siswa, di berbagai tempat, dengan stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian tersebut.
C.      Landasan Teori Penggunaan Media Pembelajaran Di SD
Penggunaan media dalam proses pembelajaran dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas prestasi belajar. Diharapkan proses pembelajaran menjadi efektif, interaktif, dan efisien. Adapun beberapa landasan dalam penggunaan media pembelajaran, adalah sebagai berikut:
a.    Landasan Filosofis
        Ada suatu pandangan, bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil dari teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Bisa dikatakan, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Tetapi, siswa harkat kemanusiaannya diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi.
        Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki kepribadian, harga diri,motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis.
b.    Landasan Psikologis
            Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif.
          Untuk maksud tersebut, perlu: (1) diadakan pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa serta memberikan kejelasan obyek yang diamatinya, (2) bahan pembelajaran yang akan diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa. Kajian psikologi menyatakan bahwa anak akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit ketimbang yang abstrak.
         Dalam proses pembelajaran, media memiliki kontribusi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pengajaran. Kehadiran media tidak saja membantu pengajar dalam menyampaikan materi ajarnya, tetapi memberikan nilai tambah pada kegiatan pembelajaran.
c.    Landasan Teknologis
           Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, dan penilaian proses dan sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol.
        Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalah dilakukan dalam bentuk: kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran yang telah disusun dalam fungsi disain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan sehingga menjadisistem pembelajaran yang lengkap. Komponen-komponen ini termasuk pesan, orang, bahan, media, peralatan, teknik, dan latar.
d.   Landasan Empiris
         Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya.
       Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti gambar, diagram, video, atau film. Sementara siswa yang memiliki tipe belajar auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman suara, atau ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual.
          Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pebelajar, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.
e.    Landasan Historis
             Yang dimaksud dengan landasan historis media pembelajaran ialah rational penggunaan media pembelajaran ditinjau dari sejarah konsep istilah media digunakan dalam pembelajaran. Perkembangan konsep media pembelajaran sebenarnya bermula dengan lahirnya konsepsi pengajaran visual atau alat bantu visual sekitar tahun 1923.

D.      Tujuan Media Pembelajaran
Dalam kerangka proses belajar mengajar yang disampaikan guru, penggunaan media pembelajaran ternyata mempunyai tujuan agar siswa yang terlibat dalam kegiatan belajar mengajar terhindar dari gejala verbalisme yaitu mengetahui kata – kata yang disampaikan namun tidak memahami maknanya.
Secara umum penggunaan media pembelajar memiliki tujuan sebagai berikut.


  • Memberi kemudahan kepada siswa untuk lebih memahami konsep, prinsip, sikap dan keterampilan dengan menggunakan media yang tepat sesuai karakteristik bahan.
  • Memberikan pengalaman belajar yang bervariasi sehingga siswa lebih terangsang untuk belajar.
  • Menumbuhkan sikap dan keterampilan dalam teknologi sehingga siswa lebih tertarik untuk menggunakan suatu media tertentu.
  • Menciptakan situasi belajar yang menyenangkan bagi siswa.
Sudjana, dkk. (2002:2) menyatakan tentang tujuan penggunaan media pembelajaran adalah:
a.       Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menimbulkan motivasi,
b.      Bahan pelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami,
c.       Metode mengajar akan lebih bervariasi, dan
d.      Siswa akan lebih banyak melakukan kegiatan belajar.
E.       Jenis dan Fungsi Media dalam pembelajaran
a.    Jenis Media Pembelajaran
Terdapat berbagai jenis media belajar, diantaranya:
1)        Media Visual:
Yaitu media yang dapat ditangkap dengan indera penglihatan.
a.    Media gamabar: grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik.
b.    Media papan: papan tulis, papan flanel, papan tempel dan papan pameran.
c.    Medai dengan proyeksi: slide, film strips, transparansi, dll
2)        Media Audial:
Yaitu jenis media yang didengar. Media ini memiliki karakteristik memanipulasi pesan yang dilakukan melalui bunyi. Media ini cocok digunakan untuk pembelajaran bahasa.
Contoh: radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya.
3)        Media Audio-Visual
Yaitu media yang tidah hanya dipandang atau diamati, tetapi juga dapat didengar.
Contoh: televisi, video cassette
4)        Benda asli dan orang:
Media ini merupakan benda yang sebenarnya, media yang membantu pengalaman nyata peserta didik.
Contoh: specimen, mocks-up, diorama, museum, walking trips, field study dll.
Sejalan dengan perkembangan IPTEK penggunaan media, baik yang bersifat visual, audial, projected still media maupun projected motion media bisa dilakukan secara bersama dan serempak melalui satu alat saja yang disebut Multi Media. Contoh : dewasa ini penggunaan komputer tidak hanya bersifat projected motion media, namun dapat meramu semua jenis media yang bersifat interaktif.

b.   Fungsi Media Pembelajaran
Media memiliki beberapa fungsi, diantaranya :
Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda, tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong, dan sebagainya. Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari, maka obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud bisa dalam bentuk nyata, miniatur, model, maupun bentuk gambar – gambar yang dapat disajikan secara audio visual dan audial.
Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta didik tentang suatu obyek yang disebabkan, karena : (a) obyek terlalu besar; (b) obyek terlalu kecil; (c) obyek yang bergerak terlalu lambat; (d) obyek yang bergerak terlalu cepat; (e) obyek yang terlalu kompleks; (f) obyek yang bunyinya terlalu halus; (f) obyek mengandung berbahaya dan resiko tinggi. Melalui penggunaan media yang tepat, maka semua obyek itu dapat disajikan kepada peserta didik.
Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya.
·         Media menghasilkan keseragaman pengamatan.
·         Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.
·         Media membangkitkan keinginan dan minat baru.
·         Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.
·         Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak.
F.       Prinsip – prinsip Memilih Media Pembelajaran
Sebelum memutuskan untuk menggunakan media tertentu dalam suatu peristiwa pengajaran, seorang guru harus memahami prinsip-prinsip atau faktor-faktor dalam pemilihan suatu media.
Adapun prinsip-prinsip pemilihan media tersebut antara lain :
a.    Memilih media harus berdasarkan pada tujuan pengajaran dan bahan pengajaran yang akan disampaikan.
b.     Memilih media harus disesuaikan dengan tingkat perkembangn peserta didik.
c.   Memilih media harus disesuaikan dengan kemampuan guru, baik dalam pengdaannya dan penggunaannya.
d.   Memilih media harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi atau pada waktu, tempat dan situasi yang tepat.
Sedangkan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan media adalah :
a.     Objektivitas. Artinya pemilihan media tidak didasarkan pada kesukaran pribadi atau sekedar hiburan sehingga tidak diperhatikan kegunaan dan relevansinya dengan bahan dan karakteristik peserta didik.
b.   Program pengajaran. Artinya memilih media harus disesuaikan dengan program pengajaran karena tidak semua media dapat digunakan.
c.   Situasi dan kondisi. Artinya pemilihan media harus disesuaikan dengan metodemengajar, materi pengajaran, sserta lingkungan sekolah dan kelas.
d.     Kualitas teknik. Artinya kesiapan operasional media sebelum digunakan.
e.    Keefektifan dan efisiensi. Artinya pengunaan media bukan karena melaksanakan salah satu komponen pengajaran tetapi  mengetahui apakah penggunaan media tersebut dapat memudahkan penguasaan siswa.
G.      Pengembangan Media Pembelajaran di SD
a.       Poster
Hasil gambar untuk media pembelajaran poster
Poster mampu mempengaruhi perilaku, sikap, dan tata nilai masyarakat untuk berubah atau melakukan   sesuatu. Hal yang membuat poster memiliki kekuatan untuk dicerna oleh orang yang melihat, karena poster lebih menonjolkan kekuatan pesan, visual, dan warna. Hal tersebut sesuai dengan pandangan Nana Sudjana (2005:51) bahwa poster adalah media yang mengkombinasikan antara visual dari rancangan yang kuat dengan warna serta pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti dalam ingatannya.

b.      Flipchart
Hasil gambar untuk media pembelajaran Flipchart
Flipchart dalam pengertian sederhana adalah lembaran-lembaran kertas menyerupai album atau kalender berukuran 50 x 75 cm, atau ukuran yang lebih kecil 21 x 28 cm sebagai flipbook yang disusun dalam urutan yang diikat pada bagian atasnya. Dalam penggunaannya dapat dibalik jika pesan pada lembaran depan sudah ditampilkan dan digantikan dengan lembar berikutnya yang sudah disediakan. Flipchart hanya cocok untuk digunakan di kelompok kecil yaitu 30 orang. Sedangkan flipbook untuk 4-5 orang. Flipchart merupakan salah satu media cetakan yang sangat sederhana dan cukup efektif.
Flipchart cukup efektif karena dapat dijadikan sebagai media (pengantar) pesan pembelajaran yang secara terencana ataupun secara langsung disajikan pada flipchart. Indicator efektif adalah tercapainya tujuan atau kompetensi yang sudah direncanakan. Penggunaan flipchart merupakan salah satu cara guru dalam menghemat waktunya untuk menulis di papan tulis.
c.       Bagan
Hasil gambar untuk media pembelajaran bagan
Bagan menurut Nana Sudjana ( 2005:27 ) adalah kombinasai antara media grafis, gambar, dan foto yang dirancang untuk memvisualisasikan secara logis dan teratur mengenai fakta pokok atau gagasan. Sebagai media visual, bagan merupakan media yang membantu menyajikan pesan pembelajaran melalui visualisasi dengan tujuan materi yang kompleks dapat disederhanakan sehingga siswa nudah untuk mencerna model-model tersebut.
Kegunaan bagan adalah untuk menunjukan hubungan, keterkaitan, perbandingan, jumlah yang relative, perkembangan tertentu, proses tertentu, mengklasifikasikan, dan pengorganisasian.
d.      Grafik
Secara sederhana grafik dapat diartikan sebagai media yang memvisualisasikan data-data dalam bentuk angka. Grafik menggambarkan hubungan satu dua atau lebih data atau grafik dengan data yang sama menggambarkan hubungan penting dari suatu data. Tujuan pembuatan grafik adalah menunjukan perbandingan, informasi, kualitatif dengan cepat serta sederhana.
e.       Komik
Komik dapat didefinisikan sebagai bentuk kartun yang mengungkapkan karakter dan menerapkan suatu cerita dalam urutan yang erat hubungannya dengan gambar dan dirancang memberikan hiburan kepada para pembaca.
f.       Media Foto
Hasil gambar untuk media pembelajaran sd foto
Foto merupakan salah satu media pembelajaran yang cukup popular dan sudah lama digunakan dalam pembelajaran. Hal ini karena foto cukup praktis, sederhana, mudah digunakan tidak membutuhkan alat proyeksi dan tidak membutuhkan peralatan tambahan. Media foto termasuk kategori gambar diam ( still picture ) artinya sajian visual dalam foto tidak bergerak. Foto dapat digunakan dalam pembelajaran secara individual, kelompok kecil atau kelompok besar.
g.      Overhead Projector
Hasil gambar untuk Overhead Projector
Pada dasarnya OHP ( overhead projector ) berguna untuk memproyeksikan transparan kearah layar yang jaraknya relative pendek, dengan hasil gambar atau tulisan yang cukup besar. Projector ini direncanakan dibuat untuk digunakan oleh guru di depan kelas dengan penerangan yang normal, sehingga tetap terjadi komunikasi antara guru dengan siswa.
h.      Media Audio
1)      Alat perekam
Gambar terkait
Alat perekam berfungsi untuk memperdengarkan audio ( player ) pada umumnya menggunakan tape yang menggunakan kaset. Sesuai dengan perkembangan teknologi sekarang sudah banyak alat perekam audio, seperti ipod, mp3, dan lain-lain. Materi pelajaran terlebih dahulu disiapkan kemudian direkam dan disajikan baik dikelas classical dengan jumlah siswa banyak maupun untuk belajar secara mandiri. Materi pelajaran yang dapat disajikan diantaranya : pembelajaran musik literacy ( pembacaan sajak ), pembelajaran bahasa asing, dan lain-lain.
2)      Laboratorium bahasa
Laboratorium bahasa adalah alat untuk melatih siswa mendengarkan dan berbicara dalam bahasa asing dengan jalan menyajikan materi pelajaran yang disiapkan sebelumnya, media yang digunakan adalah alat perekam.
i.        Multimedia projector
Hasil gambar untuk Multimedia projector
Kini, hampir sebagian besar pasar projector dikuasai oleh projector digital. Mulai dari yang berteknologi LCD ( Liquid Crystal Display ), DLP ( digital Light Processing ), sampai tenologi terbaru yang kini tengah beranjak popular, LCOS ( Liquid Crystal On Single Crystal Silicon ). Tidak heran, karena projector digital ini memang bobotnya relative ringan, dan harganya pun relative jauh dibawah projector CRT. Untuk melakukan mengajar sudah sangat memungkinkan guru untuk menggunakan multimedia projector atau lebih dikenal dengan LCD projector.
Multimedia projector adalah sebuah alat proyeksi yang mampu menampilkan unsur-unsur media seperti gambar, teks, video, animasi, video baik secara terpisah maupun gabungan diantara unsur-unsur media tersebut dapat dikoneksikan dengan perangkat elektronika lainnya seperti computer, video player, dan lain-lain. Yang dapat digunakan untuk kegiatan presentasi, pembelajaran, pemutaran film, dan lain-lain.



DAFTAR PUSTAKA
Sumantri Mulyani, Johar Permana. 1999. Strategi Pembelajaran. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Guru Sekolah Dasar. (2004). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Adrymkajarsef. 2015. Hakikat Media Pembelajaran.
https://kisopo.wordpress.com/2015/03/03/hakikat-media-pembelajaran/. Diakses pada tanggal 30 Agustus 2018 pukul 20.15
Ertin. 2015. Makalah Peran, Fungsi, Klasifikasi, dan karakteristik media pembelajaran.
http://liichanarisa27.blogspot.com/2014/07/penggunaan-media-flip-chart-dalam-media.html
https://www.google.co.id/search?safe=strict&biw=1366&bih=662&tbm=isch&sa=1&ei=KTCNW_C_OZqOvQSqs7qYAQ&q=media+pembelajaran+bagan&oq=media+pembelajaran+bagan&gs_l=img.3...171191.174885.0.175693.14.14.0.0.0.0.167.1476.0j11.11.0....0...1c.1.64.img..3.10.1305...0j35i39k1j0i24k1j0i5i30k1j0i8i30k1j0i67k1.0.tbjFThvqQx0#imgrc=xjVpiOMU87W-HM:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar